situs poker online

REKOR BAGUS PSMS JADI MOTIVASI MITRA KUKAR UNTUK BANGKIT

 

 

Mitra Kukar melawat ke Stadion Teladan, markas PSMS Medan dalam pertandingan pekan ke-27 Liga 1 2018. Pertandingan akan dilangsungkan pada Selasa 23 Oktober 2018.

 

 

Berbeda dengan yang dialami PSMS kini. Skuat asuhan Peter Butler belum terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir yang dijalani.

Datang ke markas PSMS, tim tamu dihantui rekor buruk. Mitra Kukar belum sekalipun memetik kemenangan saat menjalani laga tandang pada musim ini.

 

Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan situs poker online enggan ambil pusing terkait torehan buruk timnya. Malahan mereka menjadi termotivasi untuk bangkit dan memutus rekor apik PSMS.

 

“Kita akan menghadapi lagi yang sangat menentukan langkah kita ke depan. Salah satu laga yang penting. Tentu dua tim sudah mempersiapkan yang terbaik,” kata pelatih yang kerap disapa RD itu, Senin 22 Oktober 2018.

 

“Begitu juga Mitra Kukar di tengah situasi kita mengalami empat kali kekalahan beruntun. Sementara PSMS sukses menekuk Sriwijaya di laga terakhir. Dari hasil berbeda jauh tapi tentu ini merupakan sebuah motivasi balik kita,” imbuhnya.

 

RD ingin timnya bisa mendapatkan kemenangan juga bukan tanpa alasan. Karena mereka ingin menghindari zona degradasi secepat mungkin.

 

“Saya yakin dan percaya pemain akan memberikan yang terbaik pertandingan besok, berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa mendapatkan poin di Medan. Walaupun tidak mudah tapi segala sesuatu bisa terjadi kalau usaha dilakukan dengan baik,” tuturnya.

 

Tantangan yang mesti dihadapi tim berjuluk Naga Mekes adalah mengatasi tekanan dari suporter PSMS. Bermain di Medan, menurut RD tidaklah pernah berjalan mudah.

 

“Saya tahu dan pernah merasakan tidak mudah bermain di Medan dengan fanatisme penonton yang begitu hebat. Kemudian agresivitas permainan PSMS yang juga selalu terlihat di setiap pertandingan menjadi satu pemikiran untuk semua pemain kami,” ujarnya.

 

Potensi mundurnya jadwal duel panas Persib Bandung kontra Persija Jakarta memunculkan komentar sinis dari manajer Persija, Ardhi Tjahjoko. Menurutnya, Persib seakan terlalu memaksa untuk menggelar duel di kandang.

 

Sejatinya, laga Liga 1 pekan ke-23 ini akan digelar pada Minggu 23 September 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Namun, karena beberapa faktor, kubu Maung Bandung meminta pertandingan ini digeser menjadi Selasa 25 September 2018, dengan waktu duel dimajukan menjadi pukul 15.30 WIB di stadion yang sama.

 

Alasan pertama adalah aspek keamanan dan meningkatnya potensi kriminalitas. Kedua, bersamaan dengan jadwal dari KPU bahwa pada 23 September 2018 dimulainya tahap kampanye Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

 

“Kalau memang pertandingan Persib melawan Persija diundur karena faktor keamanan, kenapa tidak cari tempat yang lain panpel saja?” kata Ardhi.

 

“Ini seperti yang dialami pada saat Persija menjamu Persib dulu, yang harusnya main di Stadion Patriot Candrabhaga, karena faktor keamanan akhirnya kita pindahkan ke Solo,” lanjutnya.

 

Jika permintaan mundur diwujudkan, kondisi ini jelas merugikan Persija. Sebab, mereka hanya memiliki waktu tiga hari dalam persiapan melawan Perseru Serui yang dijadwalkan pada Jumat 28 September 2018.

 

“Tapi, kalau memang itu sudah keputusan dari operator ya akan kita ikuti,” ungkapnya.

 

Hingga saat ini, PT Liga Indonesia Baru selaku operator Liga 1 belum memberikan tanggapan. Namun, di situs resmi sudah terpampang jika duel ini berstatus ditunda.